Posted by : Rani Baru Wiranata Sep 21, 2013

Ponorogo – Akhirnya Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap siswi SMKN 1 Ponorogo bernama Rizta Fransiska yang selama ini masih menjadi teka-teki,  gadis hamil 7 bulan yang dibunuh dan mayatnya dibuang di selokan pada Sabtu malam (12/7) lalu.
Lewat release yang digelar pada jum’at (2/8) Kapolres menjelaskan bahwa dari pertama kecurigaan Polisi memang mengarah ke teman dekat korban. Seluruh mantan dan pacar dekat korban memang sudah diperiksa intensif oleh penyidik. Hasilnya senin kemarin (29/7) Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.Sebab Dan Kronologis Pembunuhan Rizta Fransiska berita ponorogo
DY, pemuda Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, yang baru lulus dari salah satu SMK Negeri di Ponorogo tahun 2013 ini mengaku, bahwa dirinyanya lah yang telah menghabisi nyawa Rizta Fransiska. Dan DY  mengaku baru mengenal Rizta pada tanggal 4 Maret 2013 dan tidak mau disebut-sebut sebagai bapak dari anak yang dikandung Rizta. “ saya memang pernah berhubungan dengan Rizta sekali, di salah satu penginapan yang ada di Ngebel Pak, itupun saya keluarkan diluar “ ungkap  DY.
Sebab DY melakaukan pembunuhan kepada  Rizta Fransiska  karena kasus Kehamilan Rizta Fransiska yang menyebabkan DY panik .
“Awalnya DY merasa diteror oleh korban terkait kehamilannya, baik melalui HP maupun saat ketemu. Karena panik tersangka kemudian mencari di internet obat peluntur janin. Setelah mendapatkan ia membeli dengan harga Rp 80 ribu,” terang Kapolres
Rizta sering ngomong kepada orang – orang tentang kehamilannya dan menyebut bahwa yang menghamilinya  adalah DY, Sehingga membuat DY menjadi biungung . karena Seringnya bergonta-ganti teman pria atau pacar membuat DY tidak yakin,  jika anak yang dikandung oleh Rizta adalah anaknya.
Hingga pada akhirnya DY gelap mata dan secara keji menghabisi nyawa gadis mungil tersebut dengan menusukkan pisau yang dibeli di alon-alon Ponorogo ke tubuh korban. namun sebelum dibunuh, korban disuruh minum obat untuk menggugurkan janinnya  “Tanggal 12 Juli malam korban disuruh disuruh minum obat peluntur, namun setelah ditunggu beberapa menit tidak ada reaksi. Korban panik. Saat itu terjadi cekcok mulut akhirnya korban pun dihabisi dengan pisau. Jasadnya dibuangnya ke selokan dan ditindih batu,” imbuh Kapolres Ponorogo Iwan Kurniawan.
Dan Kapolres Ponorogo Iwan Kurniawan juga menjelaskan, bahwa sesaat setelah menikam Rizta. DY meninggalkan korban begitu saja, dengan kondisi korban sudah tersungkur ke tanah. Ditengah perjalanan meninggalkan korban, DY belum yakin kalau Rizta sudah tewas. Hingga pada akhirnya, sampai di depan rumah makan Bantarangin, DY kembali lagi ke TKP, dan melihat Rizta sedang menghubungi seseorang menggunakan BB (Blacbery) miliknya meskipun sudah dalam kondisi tak berdaya.  “korban mencoba menghubungi bapaknya menggunakan BB yang digunakan korban untuk janjian dengan DY” tambah Kapolres. Melihat Rizta menghubungi seseorang, DY lantas mereput BB  korban, kemudian dibuangya kesungai seberang jalan bersama dengan pisau yang dia gunakan untuk menikam korban. Karena melihat Rizta masih hidup, kemudian bergegas DY mengangkat Rizta ke selokan barat warung, dan menimpanya dengan batu besar yang dia dapat disekitar warung, hingga korban tewas mengenaskan.
Untuk kasus pembunuhan ini tersangka DY dijerat dengan pasal 340 dan 378 KUHP dengan ancaman kurungan 20 tahun hingga maksimal seumur hidup. Dan terkait hasil tes DNA, Kapolres masih menunggu hasil dari Mabes Polri.(zm)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © RBW BLOG - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -